Mei 19, 2021

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun tidak tau apa Virus Nipa

2 min read

KARIMUN, SempenaNews.com-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi Belum Tau kalau ada Virus Baru.

Rachmadi mengaku kepada media sempena bahwa pihaknya belum mengetahui terkait adanya Virus Nipah yang berasal dari Negara Jiran.

Hal itu diungkapkan Rachmadi, Ketika ditemui wartawan media ini di ruang kerjanya di RSUD Muhammad Sani dilantai 3 rumah sakit di jalan poros Pada Senin 2/02/202.

“Saya belum mengetahui apa itu Virus Nipah yang berasal dari Malaysia, nanti saya coba berkordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan( KKP)” ungkapnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaeimun itu dengan enteng.

Sebab menurut Rachmadi, belum ada intruksi dari kementrian kesehatan atau Kepala Dinas Kesehatan Propinsi kepri terkait pirus nipa.

Sementara beberapa waktu yang belum lama ini Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Telah mengimbau warga agar waspada terhadap ancaman virus nipah dari negara tetangga Malaysia.

Imbawan itu dilakukan mengingat wilayah Kepulauan Riau, seperti Karimun, Batam,Tanjungpinang, Langsung berbatasan secara langsung dengan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Mohammad Bisri di  mengatakan virus nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1998, dan saat terjadinya wabah di Malaysia,katanya

Nama virus nipah berasal dari sebuah desa di Malaysia, Sungai Nipah. Virus ini diketahui menginfeksi babi dan untuk menghentikan penyebaran penyakit jutaan orang meninggal pada tahun 1999.

Virus tersebut berpotensi menyebar ke Indonesia melalui perantara hewan ternak babi dan kelelawar pemakan buah dari Malaysia. Ujar Bisri.

Yang lebih parah lagi, ketika wartawan sempena menayakkan terkait pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, bahwa ada temuan penjualan masker yang tidak memiliki standar SNI, yang kini sudah beredar di Karimun seperti yang di jual di suwalayan Orental.

Diketahui bahwa swalayan itu telah leluasa memperdagangkan barang ilegal, apalagi masker tersebut di datangnya dari Negara Cina dengan harga relatif murah Rp 22000/ perkotak.

Rachmadi pun, terlihat merestui penjuala masker yang tidak memiliki standart SNI itu, ia mengatan itu tak apa apa ujar Racmadi

Sedangkan ditempat terpisah LSM Jarak mengatakan, penjualan Masker yang tidak memiliki Standart Nasionl Indonesia (SNI) itu tak boleh di jual di Kabupaten Karimun.

Arman mengatakan, frngan beredarnya Marker tampa lebel SNI akan berdampak langsung kepada masyarakat apalagi masker iru sudah beredar di tengah warga,  kita tidak  tau apa yang akan terjadi kerena Masker dari Cina itu masuk ke indonesia dan diperjual belikan Tampa pengawasan Dinas Kesehatan .papar Arman kepada SempenaNews.com.

Penulis :Jogi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *