Gudang Ekspedisi di Pelita, Diduga Tempat penimbunan Barang Lartas Sebelum di Seludupkan, dan Selalu berpindah-pindah tempat
3 min read
Batam,sempenanews.com- Diduga Gudang Peyeludupan tanpa plang legalitas (tanpa plang perusahaan) namun disertai penjagaan extra ketat, berlokasi di Pelita Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Dari panelusuran awak media ini, Gudang tempat barang selundupan itu berada di pojok jalan buntu, Ketika di siang hari Kawasan itu tertutup dengan perkiraan kurang lebih 10 unit lori boxs yang berjejer di pintu depan gudang itu sementara beberapa orang ada berjaga di depan gudang tersebut.
Awak media mencoba menemui pemilik gudang itu, namun belum sampai di depan gudang jalan buntu tersebut Awak media ini pun sudah langsung di hadang dan disuruh balik oleh orang yang berjaga.
Merasa mencurigakan, awak media bersama tim mencoba mencari tau siapa pemilik gudang itu ke beberapa narasumber, dari hasil penelusuran salah satu narasumber media ini menyebutkan kalau pemilik gudang yang diduga tempat Barang Selundupan itu, adalah berinisial TS yang merupakan salah satu pengusaha di Provinsi Riau (Pekanbaru).
selai mencurigakan dari penelusuran awak media bersama tim di hari yang berbeda, menjelang malam hari lori-lori boxs itu keluar dari gudang tanpa plang nama tersebut, dan awak media beserta tim mencoba mengikuti pergerakan lori box tersebut hingga mengarah ke pelabuhan.
Sebelum Hari Raya Idul Fitri, pergerakan lori-lori box dari gudang tanpa plang nama itu menuju pelabuhan rakyat tanjung gundap Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Setelah habis Hari Raya Idul Fitri, awak media beserta tim kembali menelusuri kegiatan mencurigakan dari gudang tanpa plang nama itu, dengan pola kerja yag sama saat menjelang malam lori-lori box keluar dari gudang menuju pelabuhan yang berbeda dari sebelumnya.
Kali ini, kegiatan penyeludupan dari gudang tanpa plang nama di Pelita itu menuju pelabuhan khusus (pelsus) salah satu galangan kapal di Tanjung Uncang Kecamatan Batuaji Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.(Senin, 30/03/2026) sekitar pukul 21:34 Wib.
Awak media mencoba menyambangi pos sekurity (Pos Pengangaman) galangan kapal tersebut dan mempertanyakan kegiatan lori-lori box tersebut, berasal dari perusahaan mana dan bawa barang apa ke perusahaan galangan kapal tersebut.
“lori nya sudah dari tadi siang masuk pak, saya masuk malam jadi saya tidak tau, ujarnya Roy yang sedang piket kepada awak media.
Di hari berikutnya, awak media bersama tim mencoba menyambangi Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam, untuk menyampaikan hasil investigasi dugaan penyeludupan yang di bungkus rapi dengan ekspedisi dalam memainkan pajak dan cukai lewat jasa pengiriman (forwarder) untuk menghindari pajak dan cukai.
Dengan Berbagai alasan kesibukan, staf humas KPU Bea Cukai Batam hanya mengarahkan awak media dan tim untuk menyampaikan temuan lewat media sosial (Whatsaap) Humas Center Bea Cukai Batam.
Dihari yang sama, awak media mencoba meminta waktu Kepala Kantor Bea Cukai Batam Agung Widodo lewat Ajudanya “Fauzan Susanto’red) untuk berdiskusi dengan tim awak media terkait penyeludupan yang setiap malam beraktivitas.
“salam kenal bang, maaf bang dari media mana kalau boleh tau? Dan diskusi terkait temuan temuan dilapangan ini dalam scope apa ya spesifiknya”, pinta sang ajudan.(Selasa/31/03/2026)
Namun sangat disayangkan, setelah mengetahui spesifik diskusi terkait dugaan penyeludupan yang terjadi malam hari dilapangan komunikasipun langsung terputus.
Mengingat janji kepala kantor Agung Widodo setelah dilantik beberapa bulan lalu sebagai kepala kantor pelayanan Utama Bea Cukai Batam untuk memberantas penyeludupan di Kota Batam, janji itu sangat bertolak belakang dengan kinerja Humas Bea Cukai Batam dan Ajudan Kepala Kantor Bea Cukai Batam yang ada saat ini.(*)
