Oktober 24, 2021

Polsek Singkep Barat Kawal Masyarakat Nelayan Kecamatan Kepulauan Posek Terkait Penolakan Tambang Timah Laut

3 min read

Lingga,SempenaNews.com-Kapolsek Singkep Barat Iptu Idris SE.Sy,MH bersama 4 Personil Polsek Singkep Barat turun langsung  ditengah-tengah masyarakat Kecamatan Kepulauan Posek terkait penolakan Masyarakat terhadap PT. Suprame Alam Resource (SAR) yang akan melakukan penambangan Timah laut di perairan Alang Tiga Kec. Kepulauan Posek Kabupaten Lingga, Minggu (08/11/2020).

Kapolsek Singkep Barat IPTU Idris menyampaikan bahwa, Dilakukannya Pengawalan terhadap masyarakat supaya tidak terjadi hal-hal menimbulkan ganguan keamanan dan Pelaksanaan Deklarasi Penolakan tersebut berjalan tertib serta situasi tetap kondusif.

Deklarasi Penolakan tersebut berawal dari Kepala Desa Posek melayangkan surat ke ESDM Provinsi dengan isi dukungan masyarakat Desa Posek kepada PT. SAR untuk melakukan Penambangan Timah laut, sedangkan Masyarakat Desa Posek merasa tidak pernah menyetujui akan dilakukan penambangan timah laut di perairan Alang tiga oleh PT. SAR tersebut, artinya kepala desa memberi keputusan sepihak jelas Kapolsek

Sementara itu ketua himpunan melayu raya kab lingga juardi mengatakan orasinya di tengah tengah masyarakat nelayan yang hadir dari seluruh desa kepulauan posek untuk mendaklarasikan menolaknya perusahaan tambang timah laut di desa kepulauan posek tersebut.

Dan ini orasi ketua himpunan melayu raya kab lingga.nama saya juardi bersama adinda saya riyan dan masyarakat kepulauan posek ini mengatakan sikap ketika ada yang merusak laut atau merugikan nelayan maka dengan semangat kesatuan dan persatuan kami akan tetap menyuarakan itu meski kami akan hadir di gedung DPRD di kab lingga dan propinsi, tutur juardi

Dan juga ketua himpunan melayu raya kab lingga JUARDI mengatakan di depan Kapolsek Singkep barat idris dan kapolpos AL yunus,juardi mengatakan saya dengar dari warga di posek di wilayah RT 001/003 dusun satu telah menerima uang dari oknum oknum sebesar Rp 2.500,000(dua juta lima ratus ribu rupiah)

dan saya sampaikan di hadapan Kapolsek Singkep barat  dan kapolpos AL ini,dan di depan para nelayan kepulauan posek yang hadir di tengah laut untuk mendeklarasikan penolakan terhadap perusahaan tambang laut di kepulauan posek, amankan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab dan yang telah meresahkan masyarakat

Sementara itu RIYAN mahasiswa menyuarakan deklarasinya dengan suara yang keras dan lantang di hadapan ratusan masyarakat nelayan yang berdiri di atas Kapalnya masing masing dengan tegas di hadapan Kapolsek Singkep barat idris dan kapolpos AL desa kepulauan posek Yunus,mengatakan dengan tegas,kami masyarakat nelayan desa kepulauan posek menolak masuknya perusahaan tambang timah laut di desa kepulauan posek,tegas riyan

Sementara itu juga RIYAN mengatakan kepada seluruh masyarakat nelayan desa kepulauan posek, yang hadir di tengah tengah laut ini,bagi siapa yang menerima uang dari perusahaan tambang timah laut tersebut,ia adalah penghianat nenek moyang kite tutur Riyan.

Di waktu yang sama perwakilan dari desa Suak buaya RABI memberikan orasinya di depan para masyarakat nelayan, mengatakan kami dari desa suak buaya menolak masuknya perusahaan tambang timah laut di kepulauan posek.

Begitu juga mas, RW 006/03 kampung baru mengatakan ,saya menolak akan masuknya perusahaan tambang timah laut di desa kepulauan posek.dan tidak membuat mas patah semangat walaupun cuaca dalam keadaan hujan untuk membela lautnya yang akan di masukin oleh PT sar tersebut.

Hadir dalam deklarasi tersebut.Kapolsek Singkep barat idris, kapolpos AL yunus, ketua Melayu raya kab lingga beserta anggota, BPD,dusun,RW,Rt, toko masyarakat,ibu ibu dari suak buaya,dan masyarakat.

Dan ini lah bunyi deklarasi nelayan kepulauan posek.KAMI MASYARAKAT KEPULAUAN POSEK MENOLAK MASUKNYA TAMBANG LAUT DI KEPULAUAN POSEK

Jurnalis : Hendra Kusuma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *