Pemerintah Daerah jangan tutup mata, Maut Selalu Menunggu.! Jembatan Penghubung Rusak Parah.
2 min read
Lingga, sempenanews.com –
Jembatan penghubung dari empat Desa, yaitu Desa Tinjul. Desa Langkap, Desa Tanjung irat, Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat tujuan ke ibukota Kabupaten lingga, Propinsi Kepulauan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan sehinggga penuh tanda tanya dikhawatirkan oleh warga terutama anak didik siswa siswi yang menggali ilmu di bangku sekolah,
Menurut Amat Jailani warga desa setempat kondisi seperti ini memang sudah dari tahun berganti tahun berharap adanya jembatan permanen namun hanya sebuah mimpi. yang jelasnya setiap menjelang pilkada para calon Bupati atau calon gubernur. khususnya kami selalu mengajukan supaya jembatan penghubung dapat dibangun secara permanen, harapnya. 
“Namun hingga kini kelihatannya belum ada perhatian khusus dari Pemerintah untuk segera membangun jembatan permanen yang diharapkan tersebut agar dapat dilalui dengan baik kenderaan roda dua maupun roda empat bahkan kendaraan roda enam,
Kita bicara dengan lihat fakta bukan sebatas bercerita saat ini kondisinya sangat parah terlihat meterial jenis kayu yang sudah lapuk dimakan usia, semoga Pemda tidak menunggu maut terjadi kepada warga, disebabkan bahan material dari kayunya sebagai kekuatan jembatan beberapa sudah patah sebagian posisi rawan kelihatan memang masih ada namun kondisinya sudah lapuk dan patah patah.” ucap Amat Jailani Kepada awak media ini. Jum’at, (12/9/2025) 
“Dan beberapa papannya juga telah terlihat patah, sehingga membuat lantainya menjadi berlubang justru sangat membahayakan bagi warga yang melintas di jembatan tersebut terkhususnya anak sekolah
Tentu saja sebelum memakan korban sejumlah warga yang menggunakan jembatan penghubung di Desa tinjul meminta kepada Pemkab Lingga melalui Dinas PUPR untuk segera turun tangan supaya dapat membangun jembatan agar mempermudahkan dalam kehidupan sebagaimana jembatan penghubung adalah urat nadi penunjang perekonomian maupun untuk mudah dilintasi masyarakat,” Ujarnya Amat Jailani,
Penulis, Abdullah.
