POLIRAN: Ketika Polisi Karimun Turun Tangan Soal Pengangguran
1 min read
Di sebuah bengkel las di Meral, Polres Karimun mencoba menjawab soal yang lebih pelik dari sekadar keamanan: bagaimana warga bisa punya pekerjaan.
KARIMUN,sempenanews.com- Di Karimun, polisi tidak hanya mengurusi patroli dan laporan kriminal. Kamis pagi, 22 Oktober 2026, di Catur Training Center, Jalan Simpang Empat Mutiara, Parit Benut, Meral, seragam cokelat itu datang dengan misi yang berbeda.
Namanya POLIRAN – Polisi Peduli Pengangguran. Program dari Satbinmas Polres Karimun ini adalah terjemahan lokal dari tagline Kapolri: Polisi Bersama Masyarakat.
Adapun sasarannya bukan pelaku kejahatan, tapi pengangguran.
Pada siang itu, sasaran POLIRAN adalah Ikhsan. Seorang pencari kerja yang sedang berkeringat di depan api las, mengikuti pelatihan pengelasan bersertifikat 3G dan 4G- kualifikasi yang jadi tiket masuk ke industri galangan, konstruksi, dan migas. 
Pelatihan ini bukan main-main. 12 hari penuh, sejak 19 Oktober 2026, digembleng di Catur Training Center.
“Kami tidak ingin warga Karimun hanya jadi penonton di tanahnya sendiri,” ujar personel Satbinmas di sela-sela kegiatan. “Keterampilan las 3G dan 4G itu harganya mahal di pasar kerja. Kalau mereka serius, mereka tidak akan menganggur lama.”
Polisi datang bukan untuk memberi ceramah. Mereka memberi motivasi, duduk bersama peserta, dan yang paling penting: berkoordinasi dengan penyedia pelatihan untuk memetakan kebutuhan perusahaan di Karimun. Tenaga lokal disiapkan, agar sesuai dengan permintaan industri, bukan sekadar asal latih.
Di Karimun, di mana industri galangan kapal dan kawasan industri berdenyut, ironi pengangguran lokal masih terasa. Di celah itulah POLIRAN mencoba masuk.
Bukan dengan borgol, tapi dengan mesin las dan sertifikat kompetensi. Penulis : Bou Nainggolan.
