Menteri Purbaya Yudhi Sadewa, komitmen memberantas Rokok Ilegal, BC Batam diduga “Kong- kalikong dengan pengusahanya”
2 min read
Batam.sempenanews.com- Peredaran Rokok ilegal seperti Mensester,Rave dan Rokok Vivo dikota Batam sepertinya tidak ada habisnya, Bahkan Rokok Ilegal ini sangat mudah ditemui di sudut kota Batam dari pedang kecil hingga pedang besar sudah tidak terkendalikan lagi.
Sementara Mentri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, berkomitmen untuk memberantas dan membumi hanguskan Rokok Ilegal, Namun Atensi itu sepertinya diabaikan oleh Bea Cukai Batam buntinya Peredaran Rokok ilegal seperti Mensester,Rave,Vivo dikota Batam tidak ada habisnya, Rokok Ilegal ini sangat mudah ditemui di sudut kota Batam dari pedang kecil hingga pedang besar
Terkait dengan Hal diatas Media ini mencoba konfirmasi Kepala Kantor Bea Dan Cukai Ki a Banatan melalui Kabid Humas Bea Cukai Batam, Evi. terkait masih maraknya Rokok Ilegal dipasaran yang menyelimuti Kota Batam.
Namun Menurut Evi Oktavia, Kepala Kantor BC: Siaap…. info diterima dan akan kami teruskan ke unit pengawasan
Bahkan Evi Oktavia Ka BC : Terkait penindakan Rokok Ilegal selama 2025 mengalami kenaikan yg signifikan yg kami sita hampir 30 juta batang, jawabnya melalui WhatsApp yang di kirimkan media ini pada 10/1/2016.
Biarpun Bea cukai Batam sudah melakukan penindakan Rokok Ilegal 30 juta batang, namun Rokok Berbagai merek seperti Mensester, Rave, Vivo masih marak beredar dan leluasa dijual di Kota Batam bahkan sampai keluar Provinsi Kepri.
Evi menambahkan sepanjang permintaan masih tinggi pasti suplai akan masuk truss, dengan jawaban tersebut patut diduga “BC kota Batam berperan untuk meloloskan peredaran Rokok Non Cukai itu”.
Seharusnya bea cukai Batam lebih proaktif lagi menggempur Rokok bukan membiarkan Rokok Ilegal masuk ke Batam dan pabriknya juga harus diberantas
Sepertinya ada tebang pilih dalam memberantas peredaran rokok Ilegal di Batam sehingga Rokok Ilegal sangat sulit hilang dari peredaran
Rokok Ilegal sangat- sangat merugikan pendapatan pajak untuk negara. Penulis : Herman
