September 27, 2021

DPC GAMKI Tanjungpinang harapkan Kehadiran BIN, Terkait Pengeboman Katedral di Makassar

2 min read

TANJUNGPINANG,SempenaNews.com-Bom bunuh diri terjadi lagi, yang menyasar Gereja Katedral di Makassar pada Minggu pagi 28 Maret 2021, pelaku seolah-olah menunjukkan taring, bahkan kejadian tersebut menjadi beban bagi Intelijen yang diduga kembali kebobolan menjaga dan menyelamatkan nyawa Warga Negara Indonesia (WNI).

Hal itu di sampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Kota Tanjungpianang. (DPC GAMKI TPI), Iwan Pakpahan, menyatakan duka yang mendalam atas terjadinya kembali serangan bom teroris yang menyasar gereja dan mencederai umat yang hendak melakukan ibadah.

Peristiwa demi peristiwa penyerangan  teroris kepada gereja sudah sangat sering terjadi, dan masih berulang lagi. Hal ini menjadi pertanyaan DPC GAMKI Tanjunpinang terhadap kehadiran Negara, terutama Badan Intelijen Negara, yang masih terus menerus kebobolan.

“Turut berduka cita yang mendalam, atas terjadinya lagi serangan pelaku pengeboman yang menyasar Gereja Katedral di Makassar. Ini adalah kecaman yang kesekian kali terhadap pelaku Bom, tentu GAMKI Tanjungpinang meminta  kinerja Aparatur Negara, khususnya Badan Intelijen Negara, yang masih saja kebobolan mencegah dan menindaktegas pelaku terorisme,” tutur Ketua DPC GAMKI Tanjungpinang, Iwan Pakpahan, pada Minggu (28/03/2021).

Menurut Iwan, selain harus membongkar dan memburu dalang di balik aksi-aksi teror bom penyerangan Gereja di seluruh Indonesia, Negara harus hadir secara nyata melindungi nyawa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai mana diamanatkan Undang-undang.

Iwan mengarapakan, Perlu upaya serius untuk memburu dalang dan para pelaku teror lainnya. Supaya Kinerja Badan Intelijen Negara menjadi pertanyaan. Masa sering kecolongan, dan menyebabkan warga Gereja menjadi korban? Kami mendesak, kinerja dan jajaran BIN perlu dievaluasi secara serius. Enggak bisa begini terus. Bobol terus kok,” tandas Iwan Pakpahan.

Apalagi, lanjut Iwan, saat ini Umat Kristiani sedang memasuki Minggu Suci jelang Hari Raya Paskah. Dan juga, sedang dalam memasuki Bulan Suci Ramadan bagi umat Islam. Jangan sampai semua kesaklaran ini menjadi kesempatan bagi para pelaku teror untuk membunuhi Warga Negara Indonesia, dan malah menebar konflik antar agama di Tanah Air.

“Melindungi dan menjamin keselamatan nyawa Warga Negara Indonesia adalah tanggung jawab Negara. Tanggung jawab aparatur Negara, untuk itu GAMKI Tanjungpindang mengharapkan BIN, sebagai Badan Intelijen Negara.Tidak memberi ruang dan pandang bulu, baik itu agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu dan semua aliran agama yang diakui di Indonesia, semua Warga Negara Indonesia wajib dilindungi dan diselamatkan,” harap Iwan.

Iwan Pakpahan  juga mendesak, semua pelaku teror bom harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya, dan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Tutupnya.

Penulis : Agun.
Editor.   : Arianto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *